Mungkin tidak banyak dari kita yang mengenal siapa sosok Fabrice Muamba sebelumnya, namun ketika sepanjang Sabtu hingga Minggu lalu pemberitaan di berbagai media massa mulai ramai memberitakan tentang insiden “rubuh” nya pemain kelahiran Zaire 6 April 1988 ini pada saat laga Perempat Final piala FA melawan Tottenham Hotspurs, perhatian para pecinta maupun pemain sepakbola tertuju kepada pemain klub Bolton Wanderers yang juga anggota skuad Tim nasional Inggris U-23 ini.
Waktu itu pertandingan memasuki menit ke 41 ketika Muamba secara tiba-tiba saja terjatuh dan terkapar tak sadarkan diri ditengah lapangan, padahal tidak ada kontak apapun terhadapnya, wasit Howard Webb segera mengisyaratkan tim medis untuk memberi pertolongan darurat, para pemain maupun penonton dalam suasana yang cemas dan menegangkan. Pertandingan pun dihentikan, Muamba dirujuk ke rumah sakit terdekat dan hingga kini kondisinya berangsur membaik walau sempat dalam situasi “kritis”.

Apa yang menimpa Muamba ini bukanlah hal yang pertama kali terjadi dalam sepakbola, data di wikipedia menuliskan setidaknya ada 40-an kasus “collapsed” nya para pemain sepakbola sejak era tahun 2000-an, Nama Eri Irianto dan Jumadi Adi dua pemain asal Indonesia pun masuk didalam daftar tersebut.
Eri Irianto, pemain Tim Nasional Indonesia Th 1990-an ini meninggal dunia pada Tanggal 03 April tahun 2000 ketika sedang bermain melawan PSIM Yogyakarta, saat itu Eri tiba-tiba saja kesakitan di tengah lapangan, sempat dibawa ke RS namun nyawanya tidak mampu diselamatkan pada malam hari nya di RS setempat.
Nama Jumadi Abdi mungkin tidak terdengar akrab di telinga sebagian pecinta sepakbola, pemain PKT Bontang kelahiran 1983 ini meninggal dunia pada tanggal 15 Maret 2009 di RS Pupuk Kaltim Kalimantan, sebelumnya ia mengalami perawatan secara intensif selama delapan hari setelah mengalami benturan yang sangat keras pada laga melawan Persela Lamongan. Pemain muda ini meninggal dunia akibat terkena infeksi berat dari kuman yang dikeluarkan dari usus nya saat benturan tersebut terjadi.
Dari banyaknya kasus yang terjadi, barangkali apa yang menimpa Fabrice Muamba ini yang bisa dibilang cukup menyedot perhatian dunia, tak lain dan tak bukan dikarenakan karena ini terjadi di Liga Inggris, sebuah liga yang bisa dibilang paling bergengsi di dunia dan juga menimpa klub yang bertanding di kompetisi Utama nya. Issue tentang “screening” terhadap kondisi jantung bagi para pemain pun mulai digelontorkan.
Apapun, pada akhirnya selalu ada hikmah positif dari semua kejadian, pada saat insiden yang menimpa Muamba itu terjadi, kita telah disajikan sebuah pemandangan mengharukan yang membuat merinding, dimana saat itu seluruh pemain dan penonton laga tersebut terpaku dan tidak sedikit yang menangisi Muamba, mereka cemas menanti “perjuangan” pemain yang sempat hilang detak jantungnya dilapangan saat itu. Mereka seakan menegaskan bahwa pada akhirnya tidak ada yang lebih penting dari nyawa manusia, sepakbola pada akhirnya hanya menjadi sebuah pertandingan.
update: 3 Hari setelah postingan ini keluar, kembali ada kabar duka dari lapangan sepakbola, seorang pesepakbola India yang berasal dari klub Belangore Mars, D Venkatesh yang meninggal pada tanggal 22 Maret sesaat setelah diduga terkena serangan jantung dilapangan : (
-penulis adalah pecinta sepakbola, gentayangan di twitter dengan akun @fernandi_a-
jgn lupa hidup ini cuma kontrak…