f00c63d6f8d61fff923f598cdd21638b_dimatteo

Fantastico di Matteo ! !

Fantastis rasanya merupakan pilihan kata yang paling tepat untuk laki-laki berkebangsaan Italia kelahiran Swiss 41 tahun lalu ini. Bagaimana tidak? dengan hanya menyandang status sebagai pelatih sementara atau Caretaker dari Chelsea, Matteo alih-alih malah mempersembahkan dua gelar ke klub yang juga pernah dibelanya tersebut.

Dan tidak tanggung-tanggung, satu dari dua gelar yang dipersembahkannya adalah gelar Klub terbaik di benua Eropa alias Jawara Liga Champions, satu-satunya gelar yang belum pernah diperoleh Chelsea dalam sejarah klub tersebut dan gelar yang memang sangat diincar oleh Abramovich, si pemilik klub.

Setelah digaet Oleh Villas Boaz pada awal musim ini untuk menjadi staffnya, di Matteo kemudian secara resmi ditunjuk sebagai caretaker Chelsea menggantikan mantan Bos nya tersebut pada awal Maret 2012 menyusul kurang memuaskannya kinerja pelatih asal Portugal tersebut.

Dibawah asuhan di Matteo Chelsea bisa dibilang cukup menunjukan Tren Positif dengan hanya menuai 4 kali kekalahan dan 16 kali kemenangan dalam berbagai ajang kompetisi, bahkan hingga akhirnya mampu menjuarai FA CUP dan Liga Champions Eropa. Sebuah prestasi yang bukan sembarangan apalagi kebetulan,

Bahkan sebuah pencapaian yang bisa terbilang luar biasa mengingat kondisi Chelsea yang sempat diterjang isu disharmoni.

Puncak dari kinerja positif di Matteo selama menangani Chelsea tentu saja adalah dipersembahkannya gelar pertama Liga Champions Eropa kepada Klub asal kota London ini. Tanpa mengurangi gengsi dari raihannya di Piala FA, piala Liga Champions Eropa ini memang terbilang cukup membuat penasaran Chelsea.

Terutama semenjak Era akuisisi Abramovich, yang dikenal royal dalam menggelontorkan dana untuk belanja pemain. Juara Liga Champions pun menjadi satu-satunya yang belum didapat Roman hingga Minggu dini hari kemarin.

Setelah berjuang habis-habisan dan hampir tidak lolos ke babak 16 besar, Chelsea akhirnya lolos dari babak group. Dibawah asuhan Matteo mereka mengandaskan Napoli serta secara meyakinkan mengalahkan Benfica dikedua pertemuan pada babak 16 besar. Lawan selanjutnya bukan sembarangan, Barcelona si juara bertahan sudah menanti pada fase semi final.

Disinilah kejelian di Matteo sebagai pelatih mulai terlihat, dengan memaksimalkan sepakbola bertahan, dia mampu membawa Chelsea lolos ke Final setelah menang Agregat 3-2 atas Barcelona, klub yang selalu menjadi momok menakutkan bagi lawan-lawannya.

Matteo akhirnya memastikan diri sebagai pelatih klub terbaik di daratan Eropa Minggu dini hari lalu setelah menaklukan Bayern Muenchen lewat drama adu pinalti. Pada laga ini ia kembali menampilkan pola permainan sepakbola yang bisa dibilang akan menjadi ciri khasnya di kemudian hari, yaitu bertahan & bertahan lalu membuat frustasi lawan.

Kini publik pasti sudah 100% melupakan pemecatan yang pernah diterimanya ditengah-tengah musim 2010-2011 lalu saat masih menjabat pelatih West Bromich.

Roberto di Matteo kini telah menjelma sebagai pelatih yang sedang membangun karakter dan tidak berlebihan rasanya jika ia kemudian pantas disejajarkan dengan pelatih-pelatih Top lain.

Pada akhirnya ternyata bukan Ranieri, Mourinho, Scolari, Gus Hiddink, Ancelotti ataupun Villas Boaz yang mampu mempersembahkan gelar juara bergengsi se-Eropa itu bagi The Blues, tapi seorang caretaker bernama Roberto Di Matteo lah orangnya. So, Fantastico Di Matteo ! !

*penulis adalah pecinta sepakbola, beredar di twitter dengan akun @fernandi_a


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?