Kita tentu masih ingat kejadian yang melibatkan Patrice Evra dan Luiz Suares pada Medio Oktober 2011 lalu saat partai Liga Inggris Liverpool vs Manchester United di gelar di Anfield. Pada laga yang berkesudahan dengan skor 1-1 itu kedua pemain ini terlibat sebuah insiden dilapangan, menurut Evra saat itu dia dihina secara rasis oleh Suarez yang memanggilnya dengan sebutan ‘Negrito’ atau negro ( orang kulit hitam) sebanyak kurang lebih 8 kali. Peristiwa ini kemudian berbuntut atas pengaduan Evra kepada Official pertandingan yang diakhiri dengan dimasukan nya laporan tersebut kedalam berita acara pertandingan oleh wasit Andre Marriner.

suarez1

FA kemudian memulai melakukan investigasi, meminta keterangan Evra dan Suarez serta memanggil beberapa saksi ahli dan juga offisial pertandingan. Selama proses investigasi ini para pendukung, pemain dan juga pelatih Liverpool memberikan dukungan nya kepada penyerang asal Uruguay tersebut, Suarez sendiri mengkalirikasi lewat media dengan mengatakan bahwa dirinya sangat sedih dituduh rasis dan dia bukanlah tipe orang seprti itu (rasis). Yang mencengangkan saya dan mungkin beberapa dari anda tentunya adalah ketika pada sesi pemanasan sebelum kick off partai Liverpool VS Wigan, dimana seluruh pemain menggunakan kaos berwarna putih bergambar Luis Suarez lengkap dengan nomor punggung serta nama mantan pemain Ajax Amsterdam tersebut.

SOCCER-ENGLAND/SUAREZ

Kenapa mencengangkan? karena menurut saya alangkah lebih baiknya jika kaus yang mereka pakai adalah bertuliskan “anti rasis” atau “kick racism out of football”, mengingat pada saat itu kasus tersebut masih dan sedang dalam penyelidikan artinya belum ada keputusan apakah Suarez bersalah atau tidak, hal ini dirasa sangat berlawanan dengan semangat sepak bola modern yang memang mengedepankan nilai-nilai sportifitas. Kritik atas penggunaan kaus ini juga sempat datang dari berbagai kalangan baik di dalam dan di luar Liga Inggris. baca disini

Kini Kasus ini sudah dianggap selesai, Luis Suarez, si pemilik nomer punggung tujuh di skuad Liverpool itu dijatuhi larangan bermain sebanyak delapan Laga dan denda sebesar 40.000 poundsterling atau sekitar Rp 559,8 juta. Pihak Liverpool sendiri sudah menyatakan tidak akan menyatakan banding atas sanksi yang dijatuhkan terhadap striker mereka tersebut

Kemudian, bagi sebagian orang mungkin kasus ini selesai, tapi bagi saya ada satu hal yang mengganjal dimana hingga saat ini belum ada permintaan maaf resmi dari pihak klub berkaitan dengan dinyatakan bersalahnya pemain mereka, hal ini sangat berbeda ketika minggu lalu salah seorang suporter mereka di ciduk Polisi karena mengeluarkan perkataan rasis kepada pemain Oldham Athletic Tom Adeyemi pada laga Piala FA. Sesaat setelah ditangkapnya salah seorang supporter tersebut, pihak klub langsung memberikan pernyataan resmi berisi permintaan maaf untuk pemain belakang berusia 21 Tahun ini.

Lalu pertanyaan nya? mengapa hingga saat ini tidak ada permintaan maaf untuk Patrice Evra yang diperlakukan serupa oleh pemain mereka dan bahkan sudah dinyatakan bersalah. “it’s hard for me to say i’m sorry ?”

Salam,-

penulis adalah pecinta sepakbola dan mendukung kampanye anti rasisme


2 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?