tevezmancinig
Kembali nya striker berusia 27 tahun asal Argentina itu ke kota Manchester cukup menyedot perhatian baik para awak media maupun pecinta sepakbola, bagaimana tidak, hubungan Tevez yang praktis sudah tidak pernah dimainkan oleh Mancini sejak September 2011 lalu dengan klub maupun pelatihnya tersebut dinilai memang sudah habis atau berakhir.

Kejadian tersebut bermula saat Tevez menolak dimainkan melawan Bayern Munchen pada laga penyisihan liga Champion di Allianz Arena, ketika itu Mancini marah besar kepada anak asuh nya itu, bahkan diberitakan pelatih asal Italia itu sampai mengeluarkan kata makian “f**k off to Argentina” kepada Carlos Tevez. Media pun kemudian bereaksi atas kejadian tersebut Tevez dinilai salah total karena menolak bermain bagi klub yang memperkerjakan nya, hal ini digambarkan ibarat seorang pegawai yang mangkir atas tugas yang diberikan oleh perusahaan tempat dia bekerja, reaksi juga berdatangan baik dari mantan pemain sepak bola maupun para pengamat yang menyebutkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh penyerang timnas Argentina tersebut sebagai sesuatu yang memalukan dan tidak termaafkan.

Kubu Manchester City dan Mancini pun tidak kalah keras nya menanggapi hal ini, setelah menjatuhi hukuman pemotongan gaji sebanyak 2 pekan yang memang menjadi batas maksimal hukuman atas para pemain (kecuali ada hal-hal tertentu yang bisa memperpanjang masa hukuman seorang pemain) Manchester City kemudian membawa persoalan ini ke Asosiasi Pemain Profesional Inggris / Professional Footbalers Association (PFA), dan hukuman untuk Tevez pun akhirnya benar-benar seperti mencapai puncaknya ketika Mancini menyebut-nyebut bahwa karir Carlos Tevez di Manchester City sudah HABIS, dan tidak akan memainkan ia dalam laga-laga City berikutnya serta hanya akan memperbolehkan pemain tsb berlatih ersama tim reserve.

Tevez sendiri bukan nya tidak melakukan pembelan atas kasus yang menimpa dirinya ini, ia beberapa kali sempat mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menolak dimainkan dgn mengaku tidak siap mental dan bahkan beberapa hari lalu ia sempat secara gamblang menceritakan perihal apa yang terjadi di bangku cadangan pada saat laga Bayern VS City berlangsung malam itu, Tevez menyebut bahwa situasi saat itu sangat kacau dan manager memperlakukan nya seperti seekor anjing

“Saya saat itu sedang bad mood dan ketika dia mengganti (Edin) Dzeko dengan (Nigel) De Jong dan kami sedang tertinggal 0-2, saya anggap itu adalah pergantian untuk bertahan. Jadi saya memutuskan duduk kembali di bench,” curhat Tevez dalam wawancara dengan Fox Sports.

“Saya sudah melakukan pemanasan sekitar 10 menit dan sikapnya menunjukkan jika ia lebih memilih 0-2 daripada 0-4,” lanjutnya.

“Jadi saya duduk saja dan di saat bersama Dzeko diganti dan ia sangat marah serta melewati Mancini begitu saja. Dia melihat tunnel tertutup, jadi ia duduk di sebelahnya dan mereka mulai berdebat.”

“Dzeko berbicara dengan bahasa Bosnia dan Mancini berteriak padanya dengan bahasa Italia. Jadi waktu itu sangat kacau. Jadi saya pergi saja untuk duduk dan dia tidak melihat saya karena sedang berbicara. Tapi lalu dia berbalik arah dan melihat saya. Anda bisa bayangkan apa yang terjadi.”

“Di saat ia sedang berdebat, lalu ia menyuruh saya tetap melakukan pemanasan dan memperlakukan saya seperti anjing.”

“Jadi ketika dia berbicara pada saya dengan nada seperti itu dan saya bilang ‘Saya tidak ingin bermain.’ Jadi saya sangat ingin bermain, tapi manajer mood-nya tidak bagus karena ia sedang beradu argumen dengan Dzeko.”

Kini setelah kisah panjang selama 6 bulan tersebut terkatung-katung dan akhirnya Tevez tidak juga mendapat klub baru pada transfer musim dingin, kabar mengejutkan pun muncul, Tevez telah memutuskan kembali ke kota Manchester dan gayung seperti bersambut ketika kubu City bahkan memperbolehkan dirinya mengikuti sesi latihan bersama tim dan tidak hanya itu, Manchester City bahkan sudah memasukan nama nya kedalam daftar 25 pemain yang akan berlaga di sisa musim ini.
tevezzz

Lantas apa yang membuat City begitu melunak bahkan setelah sepertinya ingin menghukum Tevez sampai bertubi-tubi? dari analisa saya hal ini lebih kepada reaksi mereka atas tekanan yang diberikan oleh Manchester United di kompetisi liga primer yang menyisakan kurang lebih 13 pertandingan lagi dimana point kedua klub hanya bertaut 2 saja, selain itu City juga harus berlaga di UEFA League dimana Manchester United juga berada disana, UEFA League ini bisa dibilang sebagai salah satu alternatif gelar City kalau-kalau mereka gagal di kompetisi lokal.

Saat ini City memang sedang dalam kondisi menghadapi padatnya jadwal pertandingan serta minimnya barisan penyerang yang mereka miliki, yang praktis hanya menyisakan tiga nama pasca hengkang nya Tevez yakni Agguero, Dzeko dan Balotelli, bahkan dua nama terakhir bisa dibilang sedang tidak bagus performanya karena berdasarkan empat pertandingan terakhir City, Dzeko hanya mampu menciptakan satu gol dan Balotelli bahkan tidak membuat gol sama sekali, lalu berdasarkan kinerja lini depan City yang kurang tajam ini serta ditambah tengah meroketnya penampilan para pemain Manchester United yang mampu melesakan 9 Gol dalam 4 pertandingan terakhir yang didominasi oleh Wayne Rooney dan Hernandez, kemudian wajarlah jika City merasa tertekan di liga lokal dan apalagi ditambah kemungkinan bahwa kedua tim masih bisa bertemu dilanjutan kompetisi Liga UEFA. Kemudian, akankah Tevez mampu mengembalikan produktivitas lini depan City ? dan akankah dia bisa bermain secara total setelah perlakuan klub tersebut kepadanya selama kurang lebih 6 bulan ini ? Well , mari kita ikuti bersama di sisa musim ini.

——
penulis adalah pecinta sepakbola, gentayangan di twitter dgn nama @fernandi_a


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?