
Apakah malang merupakan kata yang tepat untuk melukiskan nasib yang dialami pelatih yang bernama asli Lus Andr de Pina Cabral e Villas-Boas ini? Rasanya cukup tepat, mengingat pria kelahiran Portugal 17 October 1977 ini minggu malam kemarin sudah resmi diberhentikan oleh klub sepakbola asal London Inggris, Chelsea.
“Andre Villas-Boas has parted company with Chelsea Football Club today.
The board would like to record our gratitude for his work and express our disappointment that the relationship has ended so early.
Unfortunately the results and performances of the team have not been good enough and were showing no signs of improving at a key time in the season”
Demikian yang tertulis disitus resmi Chelsea pada hari Minggu 4 Maret 2012 kemarin, yang kira-kira berbunyi ;
“Andre Villas Boas telah secara resmi berpisah dengan Chelsea hari ini.
Dewan direksi ingin mengucapkan terima kasih untuk kinerjanya selama ini dan mengungkapkan kekecewaan bahwa kerjasama ini harus berakhir begitu cepat. Sayangnya hasil dan penampilan tim belum cukup baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda membaik pada saat-saat penting“
Breaking News ini kemudian mengagetkan banyak kalangan, baik pers maupun pecinta sepakbola, tapi saya sih tidak kaget sama sekali, malahan saya sudah punya firasat bahwa si wortel kecil ini memang hanya tinggal menunggu waktu saja kok di Chelsea, hal ini sudah saya tulis di blog saya belum lama ini.
Yang kemudian cukup memprihatinkan adalah, kejadian yang menimpa AVB ini bukan yang pertama kali terjadi di klub sepak bola asal kota London ini, bahkan hal seperti ini mudah saja dilakukan oleh si empunya klub, jutawan muda asal Russia, Roman Abramovich.

Bermula pada tahun 2004 saat Jose Mourinho diboyong ke markas Chelsea oleh Abramovich dengan harapan mampu untuk memperbaiki kinerja serta gengsi klub tersebut di liga lokal maupun Eropa, Mou kemudian berhasil mencatatkan sejarah dgn mengantar klub tersebut menjadi juara Liga Inggris setelah penantian selama 50 tahun. Pun pada tahun berikutnya (2005-2006) dia berhasil kembali mempersembahkan gelar tsb, tahun ketiganya disana Mou pun kembali mempersembahkan gelar juara liga carling dan FA Cup. Sampai pada akhirnya di medio 2008 dia memutuskan untuk pergi dari Chelsea setelah saat itu sering terjadi konfrontasi antara ia dengan si pemilik

Lepas era The special one , kemudian pada thn 2007 datanglah era Avam Grant yang bisa dibilang merupakan perjudian Chelsea saat itu, dengan minimnya gelar yg pernah diraih di level klub, prestasi Grant di Chelsea sebenarnya tidak bisa dibilang jeblok-jeblok amat, memang ia gagal mempersembahkan satu gelar pun saat itu, namun ia berhasil membawa Chelsea menjadi runner up di ajang Liga Champion, Premiere League dan Piala Carling, seandainya saja ia diberi satu kali kesempatan untuk memperbaiki kesalahan mungkin musim berikutnya akan menjadi comeback luar biasa buat Chelsea. Namun sang pemilik kembali enggan berlama-lama dan melewati proses, sehingga Grant pun dipecat !!!

Musim 2008-2009 Luis Felipe Scolari ditugaskan menukangi Chelsea, seabrek pengalaman serta modal gelar piala dunia bersama Brazil pun diharapkan mampu mengangkat pamor klub yg saat iu sedang turun, namun apa lacur, usia kepemimpinan nya disana hanya berjalan 7 bulan saja, rentetan hasil buruk serta kekalahan kandang dan juga kurang harmonisnya hubungan Manajer dengan pemain dikabarkan menjadi penyebab dipecat nya Big Phill

Gus Hiddink bisa dibilang satu-satunya orang yang selamat dari pemecatan Abramovich. Datang dengan status sebagai pelatih lepas dengan kontrak sisa musim saat itu, Hiddink mampu mempersembahkan gelar FA Cup pada musim 2009-2010. Hiddink pun kemudian pergi meninggalkan Chelsea untuk digantikan oleh Carlo Ancelotti. Allenatore asal Italia yg sukses membawa AC Milan juara liga Champion dua kali ini diharapkan mampu mempersembahkan gelar serupa pula bagi Chelsea. Musim pertama berjalan lancar dengan torehan juara liga primer dan Piala FA, namun kekosongan trophy pada musim berikutnya lah yg membuat Abramovich dikabarkan geram dam memecat Don Carlo yang saat itu sudah mulai menempatkan dirinya secara baik di mata pemain maupun fans.

Begitulah kemudian hingga akhirnya kini era AVB pun berakhir prematur dan harus disudahi dengan pemecatan. Yang menjadi ganjalan saya dan mungkin banyak pihak kemudian adalah mengapa si pemilik klub tidak belajar dari klub seperti Manchester United misalnya yang membiarkan pelatih dan manajer bekerja secara maksimal tanpa tekanan serta percaya pada sebuah proses yang pada giliran nya akan menghasilkan sebuah tim yang hebat dengan kebersamaan yang kuat.
Melihat jauh ke dalam, sebenarnya permasalahan bukan saja ada di level pemilik, tapi juga pemain. Hal ini pernah diungkapkan oleh Scolari 5 bulan setelah pemecatan nya . Villas Boas pun bisa dibilang mengalami hal yang sama, rencana nya untuk merombak besar-besaran skuad Chelsea yang sudah dianggap tua dikabarkan mendapat penolakan dari para pemain senior seperti Lampard, Drogba bahkan Terry. jadi sesungguhnya permasalahan tidak hanya di level pemilik namun juga ada di ruang ganti klub
-penulis adalah pecinta sepakbola, seliweran di twitter lewat akun @fernandi_a-
senasib dengan chelsea adalah inter, yang tak kunjung bersinar setelah era mourinho.
semoga chealse dapat pelatih baru yang lebih baik.
Sepakbola mmg bisa jadi apa saja: hiburan, mainan, ajang pertunjukan kekuasaan, ladang bisnis bergelimang dollar, tergantung posisi yg melihat, itulah knp si Roman ini seakan enggan melihat sejarah MU atau Arsenal. AVB hanya bisa terima nasib. Smg dia akan sukses di tim lain..
Begitulah abramovich, makanya chelsea kurang pesat perkembanganya, cz dikit2 ganti pelatih, padahal pemain perlu adaptasi yang tidak sebentar terhadap pealtih baru. Bagi anda yang mempunyai keluhan penyakit jantung, diabetes, stroke, kolesterol jahat, tekanan darah tinggi, dll. Silahkan klik HIDUP SEHAT DENGAN JAMUR LING ZHI Semoga Bermanfaat
Sepanjang masih ada pemain inti di eranya mourinho..chelsea takkan bisa sebaik saat dipegang maurinho.
apa yg ditanamkan maurinho bukan cuma teknis dan taktik tapi “soul” jiwa sebagai “warior” pejuang yg rela mati dilapangan.Team pejuang ditengah kontrovensi team pesaing
Dan ini lah yg terjadi ketika maurinho pergi dari chelsea dan inter.
dunia penuh tantangan dal am olahraga ibarat duduk di kusi panas
AVB malang benar nasibmu, berada di klub ini yang memang tidak menghargai jasa pelatih sebelumnya (Anceloti), apalagi Anda yang belum siapa2 di Premiere Ligue ini
Kalau dipikir2 bagaiman juga Arsenal masih jauh lebih manusiawi dengan tidak kunjung memecat Wenger yang sudah 7 Tahun puasa gelar. Abramovich kapitalis sejati
kalau pemain sudah tidak mematuhi apa yang pelatih inginkan pasti strategi permainan tidak akan jalan
chelsea pengennya serba instant jadinya ya susah, lihat sekarang real madrid , akhirnya dengan kesabaran di musim keduaini mou mampu menunjukkan kapasitasnya
yah mas gan.. coba ente bangun tim yang abis sampe triliunan… masih sabarkah kalo tim yg menghabiskan dana triliunan itu nirgelar
ya beli aja thropynya sekalian, emang kalo punya duit semua bisa didapet ?
yang penting menang dalam setiap pertandingan itu kuncinya, bodo amat mau berapa gol, atau siapapun pelatihnya.
Chelsea tetap nomor 1 deh … tunggu aja.
pemiliknya saja suruh jadi pelatih
pemilik chelsea saja yang jadi pelatihnya